BUSERSIAGA68.COM, Medan - Kecelakaan maut bus PT Antar Lintas Sumatera (ALS) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, menyisakan persoalan serius soal pendataan penumpang.
Bus ALS jurusan Pati-Medan itu diketahui membawa 14 penumpang saat mengalami kecelakaan, tetapi hanya lima orang yang tercatat dalam manifest perusahaan.
Temuan tersebut membuat Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegur manajemen ALS saat mendatangi loket bus ALS di Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, Kamis (7/5/2026).
Dalam kunjungan itu, Bobby bertemu dengan pihak ALS, keluarga korban, Jasa Raharja, dan Dinas Perhubungan Sumut untuk membahas perkembangan penanganan kecelakaan.
Sorotan Bobby mengarah pada lemahnya sistem pendataan penumpang, terutama setelah Direktur ALS Chandra Lubis menyebut perusahaan hanya memiliki lima data penumpang dari total 14 orang di dalam bus. Bobby pertanyakan penumpang yang tak tercatat.
Chandra menjelaskan, sebagian penumpang naik di tengah perjalanan dan tidak melalui loket resmi.
Keterangan itu membuat Bobby mempertanyakan tanggung jawab perusahaan dalam memastikan seluruh penumpang tercatat sebelum dan selama perjalanan.
“Ini lima dari semalam belum terhubungi. Gimana yang tak terdaftar Pak? Kesulitannya, itu yang kalian buat sendiri,” kata Bobby.
“Hal-hal seperti ini yang jadi pembelajaran dan koreksi bagi kita semua,” sambungnya.
Bobby menilai, manifest bukan sekadar dokumen administrasi, melainkan data penting untuk memastikan keselamatan, identifikasi, dan penanganan korban saat kecelakaan terjadi.
Kondisi itu menjadi sorotan karena sebagian korban kecelakaan mengalami luka bakar serius, sehingga proses identifikasi membutuhkan data pembanding yang akurat.
Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Sumut, Nasjwin Andi Nurdin mengatakan, data manifest sangat penting dalam penanganan kecelakaan angkutan umum.
Menurut Nasjwin, data tersebut membantu petugas memastikan identitas korban dan mempercepat proses pemberian santunan kepada keluarga korban.
“Ke depan mungkin, Pak Direktur dapat memerintahkan data itu harus selaras dengan penumpang,” ucap Nasjwin.
“Karena kita tidak tahu apa yang terjadi. Kalau pun ada penumpang yang diambil di tengah jalan, kita dapat meminta data. Itu memang menjadi catatan tersendiri,” tambahnya.
Nasjwin meminta PT ALS segera melengkapi data seluruh penumpang bus yang terlibat kecelakaan.
Data tersebut dibutuhkan agar keluarga korban mendapat kepastian dan proses administrasi santunan tidak terhambat. (Redaksi)
