BUSERSIAGA68.COM, Medan - Sebuah video penggerebekan narkoba yang berujung ricuh di Jalan Multatuli, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, petugas Ditresnarkoba Polda Sumatera Utara terlihat sedang melakukan penangkapan terhadap seorang terduga bandar narkoba yang menjadi target operasi (TO). Namun situasi mendadak memanas ketika sejumlah warga di lokasi diduga melakukan perlawanan terhadap petugas.
Terlihat sejumlah orang melempari personel kepolisian menggunakan batu dan benda keras lainnya. Tidak hanya itu, warga juga disebut berusaha melindungi serta menyelamatkan terduga bandar narkoba yang sebelumnya telah diamankan petugas.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Andy Arisandi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan penggerebekan dilakukan pada Kamis (28/5/2026) saat petugas melakukan penindakan terhadap para terduga pelaku peredaran narkoba.
"Saat melakukan pengungkapan dan penindakan, anggota kami mendapatkan perlawanan dari warga sekitar," ujar Andy, Jumat (29/5/2026).
Menurutnya, terduga bandar narkoba berinisial FF (40) yang sempat diamankan akhirnya berhasil lepas setelah dibawa kabur oleh warga yang melakukan perlawanan terhadap petugas.
"Kemudian sempat terjadi perlawanan, dan tersangka yang sebelumnya sudah kami amankan akhirnya lepas karena dibawa warga," katanya.
Akibat situasi yang semakin tidak kondusif dan membahayakan keselamatan personel, petugas akhirnya melepaskan tembakan peringatan. Sebab selain melempari polisi dengan batu dan kayu, massa juga melakukan serangan fisik serta merusak kendaraan petugas.
Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian publik setelah videonya ramai beredar di berbagai platform media sosial. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap terduga bandar narkoba yang berhasil melarikan diri.
Kasus ini kembali menunjukkan tantangan yang dihadapi aparat dalam upaya pemberantasan narkoba, terutama ketika penegakan hukum mendapat perlawanan dari pihak-pihak yang diduga berusaha melindungi pelaku. (Redaksi)
